Total Pendapatan premi bruto gabungan Allianz tumbuh 18% menjadi Rp 8,84 triliun dari sebesar Rp 7,48 triliun di tahun 2011.
Fitch Ratings memprediksi outlook 2013 untuk asuransi sektor jiwa dan umum di Indonesia adalah Stabil.
Penetrasi asuransi di Indonesia masih sangat rendah yakni hanya sebesar 1,7%.
Data Bank Dunia merilis, sepertiga populasi Indonesia atau sekitar 77 juta penduduk tidak memiliki asuransi atau tabungan.
Ada beberapa faktor yang sampai saat ini masih menghambat perkembangan asuransi mikro di Indonesia.
Hambatan pertama, dari sisi permintaan, masih sangat sedikit kesadaran akan pentingnya asuransi, kurangnya produk-produk asuransi yang ditujukan untuk menanggapi kebutuhan masyarakat miskin, persepsi bahwa asuransi hanya untuk orang kaya dan terakhir, kurangnya kepercayaan antara pihak yang memberikan asuransi, dan mereka yang diasuransikan.
Hambatan kedua, dari sisi penyedia jasa, kontrak asuransi (polis) sangat rumit untuk dimengerti, penagihan klaim yang sangat memakan waktu dan penuh dengan birokrasi, serta biaya transaksi yang tinggi menjadikan produk asuransi yang tersedia saat ini terlalu mahal bagi masyarakat miskin.